JADWAL IBADAH

AYAT HARI INI

"Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. 
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
[Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.]"
Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi"

Matius 21 : 42 - 46

TEMA GPIB

“Menguatkan Tatanan Bergereja Agar Mendatangkan Berkat Masa Depan Bagi Umat dan Masyarakat”
Ibrani 11 : 8 - 10

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

CARA ALLAH MENJUMPAI

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Ketika Musa melihat bahwa ada semak duri yang menyala (Kel. 3 : 2) tentu merupakan penglihatan yang hebat. Kehebatan itu bukan pada semak duri yang menyala tetapi pada cara Allah menyapa Musa dengan cara yang tidak lazim. Sesuatu yang lazim memberi pengertian hal biasa, sebab yang lazim tidak lagi membangkitkan ‘passion’, tidak lagi menimbulkan ‘keingintahuan’. Semua berjalan serba rutin dan tidak kreatif. Nah, pada titik inilah Allah menyapa Musa dengan cara yang tidak lazim. Cara yang tidak umum. Dan naluri keingintahuan Musa menempatkannya dalam perjumpaan yang membaharui.

Allah bisa menyapa kita dengan berbagai cara sehingga setiap orang memiliki pengalaman iman yang berbeda. Salah satu cara adalah dengan jalan yang tidak lazim, tidak biasa, tidak umum. Allah menyapa kita melalui cara-Nya yang memberi pengaruh besar yakni: Aku menyertai kamu.

Semak duri yang bernyala, adalah gagasan Allah yang tidak pernah habis, ide Allah yang tidak pernah hangus, dan rencana-Nya yang selalu menghangatkan, kudus dan berwibawa. Jadi bersyukurlah bahwa Ia menyapa kita semua dengan kreatifitas-Nya untuk menunjukkan bahwa Ia mengasihi kita dengan cara yang kreatif. Cara Tuhan menjumpai kita tidak ditentukan oleh kualitas diri kita, tetapi kualitas kasih karunia-Nya. Setiap perjumpaan selalu berujung pernyataan bahwa ‘tempat-Ku adalah Kudus’. Jadi jangan main-main dengan kekudusan-Nya. Musa tunduk terhadap-Nya dalam ketakjuban cara-Nya menjumpai Musa. Sikap tunduk kita terhadap-Nya selalu bertumpu pada keunikan caraNya menjumpai kita. Maka Bersyukurlah.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS. SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA, JERIH LELAH KITA TIDAK SIA-SIA.

KALENDER KEGIATAN

SEKTOR PELAYANAN

Sektor Pelayanan 3