JADWAL IBADAH

KEGIATAN MENDATANG

AYAT HARI INI

 
 


 

"10:1 Beberapa waktu kemudian Nahas raja Amon meninggal, dan Hanun putranya menjadi raja. 10:2 Lalu berkatalah Raja Daud, “Nahas adalah sahabatku yang setia. Jadi aku harus bersahabat juga dengan Hanun anaknya.” Karena itu Daud mengirim utusan ke negeri Amon untuk menghibur Hanun atas kematian ayahnya. 10:3 Ketika mereka sampai di Amon, para pemimpin negeri itu berkata kepada Raja Hanun, “Janganlah Baginda berpikir Daud mengirim utusannya itu karena ia mau menghormati ayah Baginda! Ia mengirim orang-orang itu ke mari sebagai mata-mata untuk menyelidiki kota ini, supaya dapat merebutnya.”"

(2 Samuel 10 : 1 - 3)

TEMA GPIB

 
 

Tema Jangka Panjang GPIB

(2006 - 2026)

"Yesus Kristus Sumber Damai Sejahtera"

(Yohanes 14 : 27)

Tema Jangka Pendek GPIB

(2022 - 2026)

"Membangun sinergi dalam hubungan gereja dan masyarakat untuk mewujudkan Kasih Allah yang meliputi seluruh ciptaanNya"

(Matius 22 : 37 - 39; Ulangan 6 : 5; Imamat 19 : 18)

Tema Tahunan GPIB

(2022 - 2023)

"Mengoptimalkan Sinergi Intergenerasional GPIB dengan mengembangkan Kepemimpinan Misioner dalam Konteks Budaya Digital"(Efesus 4 : 11 - 16)

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

KETAATAN DALAM KASIH

2 Yohanes 1 : 1 - 6

Mengasihi sesama adalah bagian penting dari kehidupan Kristen. Kasih bukan hanya sebuah ide melainkan prinsip yang mewujud dalam tindakan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Kasih dan ketaatan kepada Allah bagaikan dua gambar pada satu mata koin yang sama, tidak terpisahkan. Kita hanya dapat belajar tentang kasih dengan cara taat kepada perintah Allah untuk mengasihi (ay. 6).

ltulah sebabnya, di dalam suratnya, sang penatua tidak mengawalinya langsung dengan mengingatkan sang lbu yang terpilih ini tentang perintah Allah. Sang penatua justru memulai dengan pernyataan bahwa dia sangat mengasihi sang lbu yang terpilih dan anak-anaknya. Sang penatua menunjukkan sikap mengasihi sebagai bentuk ketaatan melalui tindakan nyata bahwa dia telah mengasihi mereka sebelum memerintahkan mereka untuk saling mengasihi.

Kasih merupakan sebuah kata kunci penting di dalam kita menghayati masa Adven kedua kali ini. Di tengah tantangan masalah sosial di era digital yang terjadi, kasih menjadi hal yang seringkali hanya muncul dalam tataran ide jika tidak terlupakan. Moralitas kecepatan di era digital yang mengikis ruang pertimbangan di dalam hidup manusia sehingga menghapus kemampuan hening diri untuk menimbang-nimbang tindakan baik dan buruk menuntun seseorang pada ketidakberpikiran. Ketidakberpikiran ini membuat seseorang buta untuk memberi perhatian pada kerapuhan orang lain karena sibuk terhadap dirinya sendiri.

Di masa Adven kedua ini kita diingatkan kembali bahwa kasih seharusnya mewujud dalam tindakan di mana pun juga di ruang aktual maupun virtual sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah untuk mengasihi orang lain, khususnya mereka yang rapuh di tengah penderitaan mereka. Seorang pendeta jerman yang bernama Dietrich Bonhoeffer pernah mengatakan, "satu tindakan ketaatan adalah lebih baik daripada seratus khotbah.

KALENDER KEGIATAN

SEKTOR PELAYANAN

Sektor Pelayanan 3

CERITA FILADELFIA