JADWAL IBADAH

AYAT HARI INI

"Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. 
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
[Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.]"
Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi"

Matius 21 : 42 - 46

TEMA GPIB

“Menguatkan Tatanan Bergereja Agar Mendatangkan Berkat Masa Depan Bagi Umat dan Masyarakat”
Ibrani 11 : 8 - 10

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

BAPAK YANG MENGASIHI KELUARGA

Kejadian 24 : 1 - 9

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Semakin jelas seseorang mengenal dirinya semakin jelas juga apa yang akan didapatnya dimasa depan. Masa depan anda berada di dalam diri anda sendiri sehingga apa yang saudara lihat pada diri saudara itulah masa depan. Contohnya biji buah apel. Dari biji buah apel itu akan tumbuh pohon apel dan ada buahnya dan di dalam buah apel itu ada lagi biji apel. Agar biji buah apel bertumbuh maka diperlukan tanah yang subur, lingkungan yang baik, pupuk yang baik.

Sikap Abraham dalam rencananya dengan masa depan Ishak sangat ditentukan oleh bagaimana sikap Abraham memahami dirinya sendiri. Abraham sebagai seorang bapak yang sangat dipengaruhi oleh Firman Tuhan adalah bapak yang meyakini masa depan anaknya berada dalam tuntunan Allah. Pengenalan ini penting sehingga Abraham dapat berdiri pada keyakinan yang telah mengubah hidupnya dan berada pada usia lanjut. Maka hal penting yang hendak disampaikan melalui renungan Kejadian pasal 24:1-9 adalah demikian.

  1. Pasangan yang sepadan akan merawat masa depan (Ayat 1 - 5).

Sikap tegas Abraham mengenai pasangan Ishak merupakan sikap yang tumbuh dari keyakinan Abraham tentang Firman Tuhan. Pemikiran Abraham yang bersumber dari ketaatannya pada Tuhan menjadi hal penting dalam menentukan masa depan anaknya. Keyakinan Abraham adalah biji yang akan tumbuh sebagai pohon dengan akarnya yang kuat. Tanggung jawab Abraham bagi keluarga pertama-tama tidak berdasarkan harta benda. Tanggungjawab itu pertama-tama ditampilkan Abaraham dalam hubungannya dengan Tuhan. Soal harta penting tetapi bukan utama sebab ketika seseorang yang kaya dalam pikirannya maka ia akan memperkaya dirinya dengan nilai yang tinggi. Abraham menentukan sikapnya berdasarkan hubungan yang dekat dengan Tuhan.

Menjadi seorang bapak dewasa ini bukanlah hal mudah sebab berkaitan dengan beragamnya pengaruh yang sifatnya merusak. Menjadi bapak yang mengasihi keluarga pertama-tama diperlihatkan melalui hubungannya dengan Tuhan. Dalam hubungan dengan Tuhan maka seorang bapak tahu apa yang harus ia lakukan terhadap masa depan anaknya. Dengan pengenalan diri yang kuat terhadap karya Allah dalam hidupnya maka seorang bapak akan menghadirkan pengaruh yang sama bagi masa depan anaknya. Lingkungan yang sehat dalam keluarga menjadi hal penting untuk diwujudkan sehingga melalui tindakan, melalui pikiran, melalui keyakinan yang dimiliki seorang bapak dalam hubungannya dengan Tuhan membuat dirinya berhasil.

  1. Berhasil.

Ada banyak yang mau menuai tetapi tidak mau menabur. Untuk bisa berhasil diperlukan sebuah kerja keras dan dimulai dengan setia pada hal kecil. Hamba Abraham meyakini bahwa keberhasilannya berawal dari suatu sebab yakni mengandalkan Tuhan. Demikian dengan pernikahan jika kita ingin pernikahan yang berhasil, maka kita perlu untuk menghayati dasar dari sebuah keberhasilan (Amsal 10 : 22 nkjv). Sukses tanpa kerja keras hanya ada dalam kamus dan bukan kenyataan. The true blessing adalah berhasil dan keberhasilan itu tidak menambah penderitaan dikeberhasilan.

Dalam keberhasilan diperlukan nasihat. Nasihat siapakah yang saudara mau dengarkan. Apa saja yang anda dapatkan baik maju atau mundur ditentukan oleh sebuah hubungan. Dalam relationship terkandung langkah penting. Sebuah hubungan dimulai dengan introduksi, kemudian dilanjutkan dengan kontak untuk tahu siapa yang diperkenalkan. Kemudian mulai bergaul dan masuk dalam friendship. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa tidak semua perkenalan perlu dilanjutkan dengan relationship. Melalui kontak maka seseorang akan mengetahui orang lain. Hamba Abraham memperlihatkan bahwa dalam hubungan dengan Tuhan, ia dimungkinkan jeli dalam membangun relasi. Rob Thomson katakan bahwa SEBUAH HUBUNGAN YANG TIDAK MEMBAWA MANFAAT MAKA HUBUNGAN ITU TIDAK PERLU DILANJUTKAN. Kalau saudara merenungkan sebuah keberhasilan maka tidak bisa tidak saudara mulai mempersiapkan. Itulah kekuatan dari sebuah renungan yang berujung pada persiapan diri. Maka sebuah keberhasilan akan ditentukan oleh nasihat, pergaulan dan merenung. Renungkan Firman Tuhan maka akan saudara dapatkan bukan hanya penyertaan Tuhan tetapi kesatuan antara Tuhan dan pikiran saudara.

Maka dalam kaitannya dengan HUT Pelkat PKB hendak dikemukakan bahwa jadilah Bapak yang berhasil. Berhasil dalam mewujudkan tanggungjawab di tengah keluarga, pekerjaan dan relasi kita.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS. SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA, JERIH LELAH KITA TIDAK SIA-SIA.

KALENDER KEGIATAN

SEKTOR PELAYANAN

Sektor Pelayanan 3