JADWAL IBADAH

AYAT HARI INI

 
 


 

"5:21Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 5:22Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala."

(Matius 5 : 21 - 22)

TEMA GPIB

“Menguatkan Tatanan Bergereja Agar Mendatangkan Berkat Masa Depan Bagi Umat dan Masyarakat”
Ibrani 11 : 8 - 10

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

 
 

MASIH ADA TUHAN

Yeremia 1 : 1 - 10

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Narasi tentang pemilihan Yeremia merupakan peristiwa luar biasa jika ditempatkan dalam relasi Allah dan manusia. Relasi Allah-manusia adalah relasi perjanjian yang dibangun berdasarkan inisiatif Allah sendiri.

Manusia yang diciptakan Allah adalah manusia dengan kedudukan yang tinggi dibandingkan ciptaan yang lain. Dalam relasi yang demikian maka kehadiran manusia selalu diposisikan sebagai bagian dari karya Allah. Dengan pemahaman yang demikian maka pemilihan Yeremia bukanlah sesuatu yang bergantung kepada Yeremia sendiri tetapi semata-mata bergantung pada Allah. Jika Yeremia menolak pemilihan tersebut hal ini berhubungan dengan betapa beratnya pekerjaan. Sesuatu yang seharusnya ditempatkan pada posisi istimewa sebagai manusia ciptaan Allah. Bukankah semakin istimewa seseorang semakin besar juga tanggung jawabnya.

Hal ini menunjukkan bahwa keistimewaan dalam kasus ini bukan karena Yeremia istimewa tetapi karena Allah telah mempercayakan tugas yang istimewa. Maka melalui kisah pemilihan Yeremia ini hendak diketengahkan dua aspek mendasar yakni :

  1. Allah adalah Allah yang memilih dalam kasih karunia-Nya. Ia yang memilih dan menentukan sebab Ia kenal siapa yang dipilih-Nya. Ia mengenal manusia secara utuh dan menyeluruh. Ia mengenal manusia yang adalah ciptaan-Nya. Ia mengenal dan karena itu mempercayakan tugas kepada siapa yang dikenal-Nya. Bahwa tugas itu bukanlah tugas sederhana memang benar tetapi keterlibatan-Nya melampaui ketidaksederhanaan tugas tersebut. Dalam konteks inilah panggilan dan pengutusan menjadi begitu penting. Bahwa Yeremia dikuduskan (ayat 5) merupakan pernyataan bahwa setiap ciptaan-Nya diarahkan dan ditujukan secara khusus memberlakukan kehendak-Nya. Maka setiap orang yang mengenal-Nya berada dalam tugas dan panggilan tersebut. Maka menjadi utusan yang kudus bukanlah untuk kehendak manusia tetapi untuk kehendak Allah. Bahwa manusia mengalami pergumulan dalam melaksanakan kehendak Allah memang benar tetapi manusia perlu terus mengingat bahwa Allah mengenalnya. Ini berarti bagi seorang pelayan, tugas bukanlah tugas yang sederhana karena ia harus menghayati kekudusan panggilan-Nya. Ia harus menjaga dirinya dari tarikan yang hendak mencemarkan panggilan dan pengutusan tersebut. Ia kudus sebab kehadirannya dalam makna kekudusan kehendak Allah. Paulus sendiri mengemukakan bahwa tujuan mengenal Allah merupakan sesuatu yang bermakna (Kolose 1 : 9). Ia memanggil manusia memasuki relasi yang kudus dengan-Nya berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya (2 Tim. 1 : 10). Maka tidak ada ruang bagi manusia untuk MERASA TAKUT dengan panggilan-Nya tetapi juga tidak ada ruang bagi manusia untuk MERASA PONGAH dengan panggilan dan pengutusan tersebut.
  2. Di sisi lain kepada Yeremia dikemukakan bahwa tugas besar yang dipercayakan kepadanya secara ideal adalah menghadirkan PEMBARUAN. Sebuah model kehidupan yang bertumpu pada perkataan Allah melalui Yeremia (ayat 9). Yeremia menjadi pemberita Firman Allah yang memperbarui kehidupan manusia. Mereka yang terpuruk dalam pembuangan perlu mendapat dorongan untuk keluar dari keputusasaan. Mereka yang melakukan penindasan perlu menyadari adanya tangan Tuhan yang kuat menundukkan kejahatan. Seluruh karya manusia dalam hubungan dengan Allah bertumpu pada berita yang disampaikan. Berita bermutu dan bukan ‘hoax’ atau berita tipu-tipu yang penuh dengan kebohongan sistematis. Bilangnya melayani Tuhan tapi perilaku dalam keluarga tidak menunjukkan sikap pelayanan tersebut. Maka perlulah seorang pelayan yang akan menjadi pemberita kabar sukacita menjaga mulutnya dari berita yang merendahkan hakikat pelayanan itu sendiri. Sebaliknya seperti dikatakan pemazmur: Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum (Mazmur 37:30), menunjukkan bahwa betapa berkualitasnya perkataan seorang yang dipanggil dan diutus Allah, maka hayatilah panggilan dan pengutusan bukan dengan rendah diri tetapi rendah hati bukan dengan lidah yang menipu tetapi penuh hikmat agar pekerjaan-Nya semakin nyata dan Nama Tuhan semakin dimuliakan.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS. SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA, JERIH LELAH KITA TIDAK SIA-SIA.

KALENDER KEGIATAN

SEKTOR PELAYANAN

Sektor Pelayanan 3