JADWAL IBADAH

KEGIATAN MENDATANG

AYAT HARI INI

 
 


 

"21Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan? 22Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!"

(Yesaya 40 : 21 - 22)

TEMA GPIB

 
 

Tema Jangka Panjang GPIB

(2006 - 2026)

"Yesus Kristus Sumber Damai Sejahtera"

(Yohanes 14 : 27)

Tema Jangka Pendek GPIB

(2022 - 2026)

"Membangun sinergi dalam hubungan gereja dan masyarakat untuk mewujudkan Kasih Allah yang meliputi seluruh ciptaanNya"

(Matius 22 : 37 - 39; Ulangan 6 : 5; Imamat 19 : 18)

Tema Tahunan GPIB

(2026 - 2027)

“Bertumbuh dalam Keselamatan” 

(1 Petrus 2 : 2)

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

"PROVIDENSIA ALLAH"

Filemon 1 : 1-3

Dalam penyelenggaran kehidupan oleh Sang Ilahi, berlangsung logika kerajaan Allah yang sering berseberangan dengan logika dunia. Rasul Paulus dalam selnya yang gelap telah menjadi saksi dialektika paradoksal ini. Dunia memenjara tubuhnya, tetapi justru dalam keterbelengguan raga itu, performa spiritualitasnya memuncak. Kerangkeng itu menjadi ruang kerja Ilahi. Belenggu bertransformasi menjadi pena yang menari lincah, menjangkau sahabat dan rekan sekerja. 

Hal ini menampilkan wajah teologi pembebasan yang sejati. Pembebasan yang bukan semata-mata bebas dari belenggu penjara, tetapi juga merdeka di dalam penderitaan. Allah mentransformasi jeruji besi yang paling kuat sekalipun menjadi ruang bersehati-sepikir dengan hamba-Nya. Pikiran sang Rasul menjelajahi jagad kebenaran Kerajaan Surga, disaat yang sama dari hatinya mengalir mata air kotemplasi yang menyapa kekasih dan rekan sekerja. Meski raga rapuh, jiwanya resilien. 

Paulus membuka suratnya kepada Filemon, Apfia dan Arkhipus dengan sapaan spesifik "Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus". Ini bukan sesuatu yang terbaca sebagai keluhan, melainkan sebuah proklamasi identitas yang tegas dan berani. Suatu peristiwa yang mengindikasikan momen imanensi Allah dalam realitas hidup seorang manusia bernama Paulus, Sang Rasul Kristus. 

Ketika penderitaan tak lagi menjadi momok yang harus disingkirkan, tetapi dirangkul dengan kesadaran spiritual akan providensia Allah, maka derita itu bermetamorfosis menjadi arena tempat surga berpartisipasi. Ruang di mana transendensi dan imanensi Allah bermanifestasi secara simultan dalam satu momentum. Inilah yang membuat sang rasul dalam realitas suka maupun duka dapat "bermegah di dalam Kristus" dan mendeklarasikan hal yang radikal "Hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan". Tidak ada yang dapat membungkam suara Allah meskipun berkumandang melalui seorang hamba fana yang menderita.

KALENDER KEGIATAN

SEKTOR PELAYANAN

Sektor Pelayanan 3