JADWAL IBADAH

AYAT HARI INI

 
 


 

"3:31 Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan. 3:32 Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. 3:33 Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia. 3:34 Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia, 3:35 kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi, 3:36 atau orang diperlukan tidak adil dalam perkaranya, masakan Tuhan tidak melihatnya? 3:37 Siapa berfirman, maka semuanya jadi? Bukankah Tuhan yang memerintahkannya? 3:38 Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar apa yang buruk dan apa yang baik? 3:39 Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya! 3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN. 3:41 Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga: 3:42 Kami telah mendurhaka dan memberontak, Engkau tidak mengampuni. 3:43 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan murka, mengejar kami dan membunuh kami tanpa belas kasihan. 3:44 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan awan, sehingga doa tak dapat menembus. 3:45 Kami Kaujadikan kotor dan keji di antara bangsa-bangsa. 3:46 mulutnya. 3:47 Kejut dan jerat menimpa kami, kemusnahan dan kehancuran. 3:48 Air mataku mengalir bagaikan batang air, karena keruntuhan puteri bangsaku."

(Ratapan 3 : 31 - 48)

TEMA GPIB

 
 

Tema Jangka Panjang GPIB

(2006 - 2026)

"Yesus Kristus Sumber Damai Sejahtera"

(Yohanes 14 : 27)

Tema Jangka Pendek GPIB

(2022 - 2026)

"Membangun sinergi dalam hubungan gereja dan masyarakat untuk mewujudkan Kasih Allah yang meliputi seluruh ciptaanNya"

(Matius 22 : 37 - 39; Ulangan 6 : 5; Imamat 19 : 18)

Tema Tahunan GPIB

(2022 - 2023)

"Mengoptimalkan Sinergi Intergenerasional GPIB dengan mengembangkan Kepemimpinan Misioner dalam Konteks Budaya Digital"(Efesus 4 : 11 - 16)

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

3M = MENGGUMULI, MEMILIH DAN MENDOAKAN

Menggumuli panggilan pengutusan Gereja, khususnya mempersiapkan Warga Gereja untuk terlibat aktif dalam Pemilihan Diaken - Penatua masa bakti 2022-2027. Oleh : Pendeta Abraham Ruben Persang, M.Th (Ketua Majelis Jemaat GPIB Jemaat “Immanuel” Jakarta, dan Ketua Departemen Teologi GPIB).

Agenda lima tahunan dalam kehidupan bergereja kita, salah satunya adalah Pemilihan Diaken dan Penatua untuk masa bakti lima tahun berikutnya. Tahun ini, tahun 2022 merupakan waktu untuk melaksanakan agenda lima tahunan tersebut karena Diaken dan Penatua masa bakti 2017-2022 akan segera berakhir tugasnya. Pertanyaan yang selalu ada pada setiap kegiatan menjelang proses pemilihan Diaken dan Penatua adalah apakah yang semestinya disiapkan oleh Warga Jemaat, khususnya Warga Sidi Jemaat?

Pertama, perlu untuk terus menerus dihayati bahwa Diaken dan Penatua merupakan sebuah panggilan dan pengutusan yang secara khusus bagi Warga Sidi Jemaat dalam Kehidupan Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian Gereja. Artinya, seluruh Warga Jemaat dan Warga Sidi Jemaat sungguh-sungguh menggumuli akan tugas-tugas Diaken dan Penatua ini, serta menggumuli juga akan orang-orang yang akan dipilih dan memenuhi panggilan serta pengutusan sebagai Diaken dan Penatua.

Di dalam Tata Gereja GPIB hasil PS XXI, khususnya di dalam Tata Dasar pasal 9 dan 10, dan Peraturan Pokok nomor 1 tentang Jemaat pasal 1 dan 2, sangat jelas bahwa sebagai Warga Gereja, semestinya mengetahui, mengerti dan menghayati akan makna panggilan dan pengutusannya sebagai orang percaya, sebagai gereja-Nya.

Artinya, bukan karena mau ikut proses pemilihan, baru buat perilaku hidup baik-baik, baik dan ramah kepada semua orang bahkan banyak memberi agar nanti mendapat dukungan atau suara pada saat proses pemilihan. Juga bukan karena mau ikut pemilihan kemudian rajin untuk terlibat di berbagai kegiatan gereja dan jemaat. Juga bukan karena tinggi pendidikan, kaya harta dan besar kuasa, kemudian dapat menarik simpati dan mendulang suara untuk dapat dipilih sebagai Diaken dan Penatua.

Yang harus dipahami dengan baik adalah bahwa setiap orang percaya dipanggil dan diutus olen TUHAN YESUS -Kepala Gereja untuk berperan aktif dalam kehidupan persekutuan, pelayanan dan kesaksian jemaat (Tata Gereja GPIB hasil PS XXI, Peraturan Pokok Nomor 1 tentang Jemaat, pasal 8 dan 9). Sebagai warga jemaat dan warga sidi jemaat, harus sungguh-sungguh mendoakan baik yang menggunakan hak suara untuk memilih ataupun yang menerima suara karena dipilih, keduanya berada dalam tuntunan hikmat TUHAN, sehingga warga sidi jemaat yang memilih sungguh-sungguh menggunakan hak suaranya untuk memilih dan digunakan untuk memilih yang tepat, terbaik dan memiliki komitmen serta integritas untuk memenuhi panggilan dan pengutusannya sebagai seorang Diaken atau Penatua. Dan bagi warga sidi jemaat yang dipilih, maka dengan kerendahan hati dan hikmat dari TUHAN sungguh-sungguh berkomitmen dan menjaga wibawa rasuli yang dipercayakan kepadanya.

Kedua, Warga Sidi Jemaat juga perlu untuk mengetahui (bagi yang baru ikut dalam proses pemilihan dan disegarkan kembali bagi yang sudah beberapa kali mengikuti proses Pemilihan Diaken dan Penatua) dan mengerti apa yang perlu dipersiapkan terkait dengan sosok/ figur orang-orang yang akan dipilih sebagai calon Diaken atau Penatua.

Seorang yang menjawab panggilan dan pengutusannya sebagai Diaken atau Penatua GPIB adalah seorang yang mengerti benar bahwa ia menjawab panggilan dan pengutusannya dari TUHAN YESUS — Kepala Gereja, di Gereja-Nya, yaitu Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB). Hal ini penting untuk dipahami bahwa:

  • Keutuhan hidupnya adalah milik TUHAN dan sedia dan taat sebagai hamba-Nya; segala tugas dan tanggung jawab dipenuhi bukan sebagai kewajiban normatif, melainkan sebagai kematangan dan kedewasaan sikap dan tindakan pribadi yang mengimani Kristus sebagai Juruselamat, serta sebagai wujud nyata persembahan diri kepada TUHAN. Hidup takut akan TUHAN dan setia merupakan ciri utamanya.
  • Ada proses dan tatanan yang sudah digumuli secara teologis melalui persidangan gerejawi, sehingga mengerti bahwa proses pemilihan yang berlangsung bukan ajang kompetisi atau adu prestise, melainkan semata-mata persembahan diri seutuhnya untuk melayani. Seorang yang mempersembahkan diri sebagai pelayan-Nya dan pemimpin bagi umat-Nya tidak perlu mengadakan kampanye untuk dirinya atau kampanye hitam/negatif untuk calon lain.
  • Melayani di dalam kehidupan Gereja Protestan di indonesia bagian Barat, artinya memahami GPIB sebagai gereja TUHAN yang sejak tahun 1948 telah bertumbuh dan bertambah serta melakukan pelayanan di sebagian besar wilayah Indonesia, GPIB ada di 26 Propinsi, dengan berbagai karakter warga jemaat dan wilayah pelayanan mulai dari kota besar sampai ke pelosok di daerah terpencil, terbelakang dan terluar. Mengenali benar prinsip-prinsip teologis yang dimiliki GPIB dan jangan pernah berhenti untuk memahami dan menerapkan hal tersebut demi proses pembangunan jemaat yang terus berkembang.

Seorang yang menjawab panggilan dan pengutusannya sebagai Diaken atau Penatua GPIB adalah seorang yang memiliki kehidupan beriman, beribadah, bergereja yang patut menjadi teladan, menjadi panutan dan gembala, sebagaimana amanat Tata Gereja GPIB — Hasil PS XXI, Peraturan nomor 1 tentang Presbiter, Pemendetaan dan Tata Cara Pemilihan Diaken dan Penatua, Pasal 3 Pemilihan Diaken dan Penatua, ayat 1 dan 2 tentang ketentuan bagi Warga Sidi jemaat yang akan memilih dan syarat Kualitatif dan administratif untuk Warga Sidi Jemaat sebagai Calon Diaken dan Penatua.

Seorang yang menjawab panggilan dan pengutusannya sebagai Diaken atau Penatua GPIB adalah seorang yang mampu mengenali, menggumuli serta sedia terus menerus melakukan pembangunan dan pengembangan kehidupan persekutuan, pelayanan dan kesaksian gereja-Nya.

Seorang yang menjawab panggilan dan pengutusannya sebagai Diaken atau Penatua GPIB adalah seorang yang terbuka hati, pikiran dan perbuatannya dengan siapapun di dalam Kehidupan Persekutuan, pelayanan dan kesaksian gereja. Bahkan mampu membangun relasi yang sinergis dengan siapapun (intergenerasional) di dalam perkembangan budaya yang semakin cepat berkembang, khususnya budaya digital dengan konteks situasi hidup pasca pandemi.

Seorang yang menjawab panggilan dan pengutusannya sebagai Diaken atau Penatua adalah seorang pemimpin dan sekaligus pelayan yang missioner; jauh melihat ke depan gerak kehidupan persekutuan, pelayanan dan kesaksian gereja serta mau dan mampu mengimplementasikannya dalam konteks-konteks lokal jemaat GPIB; melakukan karya layan nyata bukan untuk pemenuhan tugas rutinitas formal, melainkan melaksanakan tugas kepemimpinan dan kepelayanan secara missioner.

Ketiga, sebagai warga gereja dan warga sidi jemaat, kita patut syukuri akan berkat-berkat yang TUHAN YESUS berikan bagi gereja-Nya, GPIB. Karenanya, marilah dengan sungguh-sungguh kita menggumuli, memilih dan terus mendoakan baik menjelang proses pemilihan para Diaken dan Penatua, maupun Panitia Pemilihan serta juga bagi para Diaken Penatua terpilih, kita doakan untuk mereka dapat menjalankan tugas panggilan pengutusan mereka dalam kehidupan persekutuan, pelayanan dan kesaksian gereja, sehingga seluruh jemaat GPIB yang mencakup 26 Propinsi dari 34 Propinsi di wilayah Indonesia, sungguh-sungguh dapat hadir sebagai Gereja yang mewujudkan Damai Sejahtera-Nya bagi Gereja, Masyarakat dan Bangsa.

TUHAN YESUS - Kepala Gereja memberkati kita semua.

KALENDER KEGIATAN

SEKTOR PELAYANAN

Sektor Pelayanan 3