JADWAL IBADAH

AYAT HARI INI

"Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. 
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
[Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.]"
Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi"

Matius 21 : 42 - 46

TEMA GPIB

“Menguatkan Tatanan Bergereja Agar Mendatangkan Berkat Masa Depan Bagi Umat dan Masyarakat”
Ibrani 11 : 8 - 10

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

BULAN PELKES GPIB DAN MENYONGSONG HARI KELUARGA NASIONAL

Keluarga Kristen dewasa ini adalah persekutuan yang harus berjuang di tengah himpitan daya yang mematikan dari virus dan meneruskan berita Injil kepada sesama sebagai daya yang menghidupkan. Keluarga Kristen tidak saja ditantang untuk menampilkan hakikat kehidupan yang berlandaskan nilai Kristiani namun juga diundang memasuki ruang kebersamaan yang beragam. Dalam kerangka itulah, maka kesadaran bahwa kehidupan selalu menghadirkan ruang untuk berpelayanan dan bersaksi adalah kesadaran yang selalu dituntut dari setiap keluarga Kristen. Pada titik inilah kehadiran keluarga Kristen tidak dibatasi oleh gaya hidup yang eksklusif namun menjumpai sesama sebagai yang bersama menderita. Penderitaan akibat pandemi ini dialami oleh setiap keluarga dengan berbagai latar balakang yang berbeda. Maka kesadaran sebagai yang bersama menderita akan mengatasi berbagai perbedaan tersebut. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa apa yang diajarkan oleh Yesus Kristus selalu bermuara pada tindakan dan tidak berhenti pada gagasan.

Di sisi lain bulan Pelkes GPIB dapat dikemukakan sebagai ruang yang menyadarkan setiap warga GPIB sebagai sesama yang menderita. Kehadiran bulan Pelkes dengan semangat kesadaran ini menunjukkan bahwa dalam konteks pandemi GPIB adalah GPIB yang sedang bersama-sama menderita. Sebagai gereja dengan pola solidaritas orang Samaria yang dipuji Yesus, maka kehadiran solidaritas inilah yang menunjukkan bagaimana Allah turut menderita dengan manusia. Mengutip apa yang dikemukakan oleh Oscar Wilde bahwa ada orang yang menghadirkan kebahagiaan kemanapun ia pergi namun ada juga yang menghadirkan kebahagiaan ketika ia telah pergi dapat menjadi sindiran yang serius bagi GPIB apakah kehadiran GPIB senantiasa menukik pada sejahtera sesama atau ketidak hadiran GPIB di tengah masyarakat merupakan kebahagiaan. Pada titik inilah kehadiran Keluarga senantiasa menampilkan wajah yang berbahagia karena menghidupkan semangat kebersamaan dengan sesama. Bulan Pelkes GPIB akan semakin bermakna ketika ditempatkan dalam perspektif Hari Keluarga Nasional sebab siapakah yang akan melakukan PelKes? Tidak lain adalah keluarga besar GPIB.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS. SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA, JERIH LELAH KITA TIDAK SIA-SIA.

KALENDER KEGIATAN

SEKTOR PELAYANAN

Sektor Pelayanan 3